Saham

@saham
investorsaham.id
Jika mau traktir saya kopi hitam silahkan disini.

Jika tidak mau traktir hitam dan mau baca tulisan saya yang lengkap silahkan berkunjung langsung ke website saya investorsaham.id

Yang penting buat saya anda tambah pinter.

Latest Posts

Historical PER IHSG – Mengukur Mahal Murah IHSG

Apa Itu PER IHSG?PER (Price to Earning Ratio) adalah ratio yang sering digunakan untuk melihat sec...

Self Made Dividen – Teknik Menambah Return Dividen

Apa itu Teknik Self Made Dividen?NB: Teknik self made dividen KURANG TEPAT untuk TRADER karena kec...

Periode Baik Investor VS Periode Baik Trader

Kapan periode baik untuk investor?Ketika mendekati bulan desember, banyak orang bertanya pada saya...

Analisa Efek Debt Equity Ratio Terhadap Harga Saham

Apa itu DER (Debt to Equity Ratio)?DER (Debt to Equity Ratio) adalah sebuah ratio yang membandingk...

Gold Coal Ratio – Alat Ukur Mahal Murah Batu Bara

Apa Itu Gold Coal Ratio?Tidak ada landasan teori resmi terkait teori ini. Penulis yang lagi suka b...

DER & Current Ratio – Analisa Ratio Hutang

2 tahun yang lalu
Apa itu Ratio Hutang?
Ratio hutang berfungsi untuk mengetahui apakah ada potensi perusahaan mengalami kesulitan pembayaran hutang atau tidak.

Hutang yang besar adalah sesuatu yang berbahaya untuk suatu perusahaan. Karena hutang biasanya memiliki beban bunga yang harus dibayarkan. Jika anda pernah mengambil pinjaman bank untuk membeli rumah, mobil atau benda lainnya. Maka anda akan mengetahui seberapa menyeramkannya biaya bunga tersebut.

Perusahaan yang memiliki ratio hutang yang terlalu besar adalah sinyal berbahaya. Sehingga saya menjadikan ratio hutang sebagai kriteria wajib saya dalam melakukan screening saham.

Baca juga: Screening Saham Ala Value Investor

Tiga Ratio Wajib Untuk Analisa Hutang
Secara logika, jika asset jauh lebih besar dibandingkan hutang maka perusahaan aman dari kebangkrutan ataupun kesulitan keuangan. Tapi sebaliknya jika hutang perusahaan lebih besar dibandingkan asset perusahaan maka perusahaan ini berpotensi mengalami kesulitan keuangan di kemudian hari.

Hutang tidak selalu negatif selama hutang itu dipakai untuk sesuatu yang produktif

Tapi sering kali ada beberapa perusahaan yg bagus memiliki masalah didalam hutang.

Hutang yang besar artinya biaya bunga juga besar, biaya bunga yg besar akan menganggu kinerja arus kas perusahaan sehingga membuat perusahaan menjadi tidak flexible dalam mengambil keputusan untuk menjalankan operasional perusahaan

Untuk itu biasanya saya liat 3 ratio keuangan untuk liat perusahaan ini bermasalah atau tidak

1. Current ratio
Rumus Current Ratio : current asset (asset liquid yg gampang dicairkan menjadi cash) / current liabilities (hutang dalam rentang 1 tahun)

Target : cari perusahaan yang current ratio diatas 1, yang artinya asset likuid perusahaan tersebut dapat melunasi pinjaman jangka pendeknya.

Hal yang harus diperhatikan : Hati – hati jika current asset yang tinggi bukan merupakan hasil dari asset sejenis kas tetapi malah dari piutang usaha ataupun inventory, karena bisa jadi itu menjadi pertanda adanya tidak efisiensi manajemen dalam mengelola piutang dan inventory nya.

Perusahaan umumnya tidak memberikan biaya bunga kepada perusahaan yang diberikan piutang dan perusahaan umumnya memiliki jangka waktu pembayaran beberapa minggu atau beberapa bulan saja untuk melunasi pembelian inventory dari supplier nya.

Sehingga hal tersebut membuat perusahaan mengalami arus kas yang tidak begitu baik dan menerbitkan obligasi (hutang jangka panjang). Obligasi ini tentunya akan dibarengi dengan beban bunga yang harus dibayarkan perusahaan. Dan sayangnya tidak tercatat sebagai current liablities perusahaan. Sehingga bisa jadi current ratio perusahaan diatas 1 tapi bukan merupakan ratio hutang yang bagus bagi perusahaan itu.

2. Quick ratio
Rumus Quick Ratio : (current asset – inventory) / current liabilities

NB: inventory adalah barang dagang kita, bisa jadi tidak laku, sehingga sebaiknya kita kurangin untuk tau berapa current asset yg sebenarnya benar2 liquid


Target: cari perusahaan yg quick ratio diatas 1

Hal yang harus diperhatikan : sama dengan hal yang harus diperhatikan pada current ratio

3. DER (Debt Equity Ratio)

Rumus DER : Total liabilities (semua saldo hutang)/total equities (uang modal yg disetor pemegang saham)

Target : cari perusahaan yg DER dibawah 1

Hal yang harus diperhatikan : Beberapa sektor seperti Bank, Infrastructure, Property cukup wajar memiliki DER yang tinggi karena memang merupakan karakteristik bisnisnya. Tetapi jika ratio itu meningkat terus tahun demi tahun, maka ada baiknya kita berhati – hati terhadap perusahaan tersebut apalagi ditambah tidak didukungnya arus kas dari kegiatan operational yang baik.

Walaupun kinerja perusahaan cukup menjanjikan tapi kalau ratio hutang diatas hasilnya tidak sesuai harapan, maka saya pribadi tidak berani ambil resiko.

Kesimpulan
Kita bisa saja mendapatkan perusahaan yang memiliki keuntungan menarik dan harga murah. Tapi itu merupakan hal percuma jika perusahaan itu kedepannya akan bangkrut karena hutang yang terlalu besar.

Aturan utama dalam berinvestasi adalah jangan sampai kehilangan uang kita. Perusahaan bangkrut adalah cara terjelek untuk kita kehilangan uang. Selalu cek ratio hutang perusahaan yang anda pilih.

Saya memiliki tulisan riset terkait hubungan ratio hutang perusahaan yang buruk terhadap pergerakan harga saham. Semoga tulisan itu bisa memberikan insight yang berharga kepada anda seberapa penting ratio hutang.

Baca juga: Analisa Efek Debt Equity Ratio Terhadap harga Saham.

Lebih baik membeli perusahaan bagus yang ratio hutangnya tidak bermasalah dibandingkan membeli perusahaan bagus yang ratio hutangnya bermasalah.

Membeli perusahaan jelek yang ratio hutang bermasalah itu berarti anda sedang mencari masalah besar dalam investasi anda.
Like
Comment
Belum ada komentar
Kamu harus menjadi supporter untuk bisa menulis komentar

Trakteer membantu konten kreator mendapat dukungan dari orang-orang yang menyukai karya mereka
Buat Halaman Gratis

Edit Comment