StockPapersID

@stockpapersid
Investor / Blogger
Secangkir kopi yang kalian berikan akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk terus menyajikan konten-konten yang berkualitas. Harapannya, supaya kita bisa cuan bersama-sama.

Latest Posts

#03 - Memuncaknya Harga Komoditas, IHSG Stagnan?

Tidak terasa kita sudah melewati kuartal I tahun 2021. Bagaimana porto Anda di kuartal I kemarin? Ap...

#02 - Harga Komoditas Mulai Menggeliat, Pertanda Industri Membaik?

Jika kita perhatikan kembali pergerakan pasar bulan lalu, keriuhan pasar nampaknya menurun dibanding...

#01 - 2021 (Post Pertama Kali)

Selamat datang di stockpapers.id. Stockpapers.id merupakan blog untuk berbagai informasi mengenai pa...

#03 - Memuncaknya Harga Komoditas, IHSG Stagnan?

6 bulan yang lalu
Tidak terasa kita sudah melewati kuartal I tahun 2021. Bagaimana porto Anda di kuartal I kemarin? Apakah hijau royo royo, atau digoyang dombret... See more Tidak terasa kita sudah melewati kuartal I tahun 2021. Bagaimana porto Anda di kuartal I kemarin? Apakah hijau royo royo, atau digoyang dombret sehingga bikin hati gundah gulana?

Jika kita kilas balik ke Maret lalu, harga komoditas makin menanjak hingga mencapai titik tertingginya, terutama batubara, CPO, dan crude oil. Harga batubara sempat menyentuh 95 USD/ton hingga akhirnya stagnan di sekitar 90an USD/ton. CPO juga tidak kalah gilanya, sempat menyentuh 4141 MYR/ton hingga akhirnya stagnan di sekitar 3700an MYR/ton. Bahkan harga minyak mentah juga sempat menyentuh 66 USD/barrel hingga akhirnya stagnan di sekitar 60 USD/barrel di akhir Maret lalu.

Sayangnya, IHSG justru mencatatkan tren negatif per Maret lalu. Di penutupan bulan Maret, IHSG justru menyentuh level 5985 IDR dari posisi awal Maretnya di 6359 IDR, yang malah termasuk posisi tertinggi IHSG selama tahun 2021 berjalan. Uniknya lagi, penurunan terbesar secara rata-rata justru dialami oleh sektor pertambangan dengan penurunan rata-rata sebesar 13,87%.

Kabar buruk juga menimpa sektor konstruksi, terutama para BUMN Karya. Ini terlihat dari laba bersih para BUMN Karya per akhir 2020 yang sungguh wadaw. Penurunan laba bersihnya hingga lebih dari 80%, bahkan ada yang merugi parah. Tidak perlu penulis sebutkan kan emitennya?

Oh iya, di Maret ini sudah kita bahas beberapa emiten yang cukup menarik: KIJA, SOCI, dan HRTA yang memiliki nilai tambah tersendiri. Dan masih akan ada emiten yang akan dibahas, jadi stay tune ya!!

==> Honorable mention

Terima kasih untuk para supporter yang sudah rehat dan ngopi sejenenak di Stockpapers.id:
- Dwi Kurniawan
- kartika salon
dan 2 supporter anonim.
Selamat membaca dan semoga tulisan kami bermanfaat untuk Anda.

Terima kasih dan selamat datang untuk para follower baru stockpapers.id:
- H Cahyo Buwono
Selamat mengikuti dan semoga betah di sini
Like
Comment
Belum ada komentar
Kamu harus menjadi supporter untuk bisa menulis komentar

#02 - Harga Komoditas Mulai Menggeliat, Pertanda Industri Membaik?

7 bulan yang lalu
Jika kita perhatikan kembali pergerakan pasar bulan lalu, keriuhan pasar nampaknya menurun dibandingkan awal tahun kemarin. Namun beberapa sekto... See more Jika kita perhatikan kembali pergerakan pasar bulan lalu, keriuhan pasar nampaknya menurun dibandingkan awal tahun kemarin. Namun beberapa sektor terlihat menarik.

Nampaknya January Effect hanya bertahan sementara pada Januari lalu. IHSG yang sebelumnya sudah menyentuh 6400an justru ambruk kembali ke level 6000an. Syukurnya IHSG bisa menanjak perlahan di bulan Februari. Dibuka pada level 6067 pada awal Februari, IHSG ditutup naik 2,87% pada posisi 6241 di penghujung akhir Februari. Tentu kabar yang cukup baik bagi investor Indonesia.

Seiring berita Gamestop yang meredup setelah sahamnya kembali ke 100an US$ per lembar saham, terlihat ada optimisme pada pasar. Hal ini dilihat dari harga komoditas minyak mentah yang cenderung naik di bulan Februari kemarin. Terhitung dari posisi awalnya 43,85 US$ per barrel di akhir 2020, harga crude oil sudah naik hampir 35% per akhir Februari kemarin di posisi 59,18 US$ per barrel. Kenaikan yang besar ini sudah dialami oleh komditas batubara pada Desember 2020. Dan ternyata kenaikan ini juga diikuti oleh CPO (crude palm oil) yang menyentuh 3786 MYR per tonnya.

Kita sudah di pertengahan bulan Maret, dan nampaknya bakal ada kejutan-kejutan menarik di bursa saham untuk pertengahan Maret selanjutnya. Can’t wait!.

Setelah membahas 3 emiten bulan lalu (PJAA, BEST, KDSI) dan tulisan tentang saham Gamestop sudah selesai, ternyata masih ada beberapa emiten yang cukup menarik untuk dibahas. Tunggu saja ya!




==> Honorable mention

Terima kasih untuk para supporter yang sudah rehat dan ngopi sejenenak di Stockpapers.id untuk bulan Februari 2021:
- Budiman Djap
- Dwi Kurniawan
Selamat membaca dan semoga tulisan kami bermanfaat untuk Anda.
Like
Comment
Belum ada komentar
Kamu harus menjadi supporter untuk bisa menulis komentar

#01 - 2021 (Post Pertama Kali)

8 bulan yang lalu
Selamat datang di stockpapers.id. Stockpapers.id merupakan blog untuk berbagai informasi mengenai pasar saham Indonesia. Sebagai bulan pembuk... See more Selamat datang di stockpapers.id. Stockpapers.id merupakan blog untuk berbagai informasi mengenai pasar saham Indonesia.

Sebagai bulan pembuka, Januari kali ini penuh dengan kejutan-kejutan yang menggegerkan bursa saham Indonesia (dan bahkan bursa saham US).

IHSG menanjak di awal tahun hingga menyentuh level 6400 di pertengahan Januari. Terlihat sekali para investor menunjukkan antusiasmenya terlihat dari semaraknya beberapa public figure yang merekomendasikan saham jagoannya. Saham Aneka Tambang (ANTM) dan BRI Syariah (BRIS, sekarang sudah menjadi Bank Syariah Indonesia) serta beberapa saham farmasi (KLBF, KAEF, IRRA) menjadi primadona karena harganya naik cukup signifikan dan mencapai level all-time highnya. Sayangnya euforia ini berubah menjadi berita pilu beberapa investor ritel karena saham-saham ini turun dan banyak yang "nyangkut di pucuk". Di akhir Januaripun IHSG berada pada level 6000an.

Kabar yang lebih gila justru datang dari bursa New York (NYSE). Harga saham Gamestop (GME) meroket jauh hingga menembus $347 per lembar sahamnya. Pemicunya? Sebuah thread di Reddit yang mempropagandakan untuk membeli saham GME karena diketahui banyak hedge fund yang melakukan short selling terhadap saham ini. Akibat peristiwa ini, Melvin Capital (salah satu hedge fund yang melakukan short selling pada saham GME) mengalami kebangkrutan. Apakah ini semacam people power di bursa saham?

Sekian dulu post pertama ini. Rasanya tidak sabar untuk menanti kejutan apalagi yang bakal terjadi di bursa saham ini.

Ohya, ada beberapa emiten yang kami akan ulas untuk bulan ini. Tunggu saja ya!




==> Honorable mention

Terima kasih untuk para supporter yang sudah rehat dan ngopi sejenenak di Stockpapers.id:
- Y Elfino
- Irwan Calvin
- Adi Purwanto
- NewbieSaham
dan 1 supporter anonim.
Selamat membaca dan semoga tulisan kami bermanfaat untuk Anda.

Terima kasih dan selamat datang untuk para follower baru stockpapers.id:
- Christian Jourdy Hadisurya
- Irwan Calvin
- Dwi Kurniawan
- Graldo Wirabakti
Selamat mengikuti dan semoga betah di sini
Like
Comment
Belum ada komentar
Kamu harus menjadi supporter untuk bisa menulis komentar

Trakteer membantu content creator mendapat dukungan dari orang-orang yang menyukai karya mereka
Buat Halaman Gratis

Edit Comment